Bahaya Kekurangan Beta Karoten dan Cara Mengatasinya dengan Kelor

Mei 22, 2022 | Edukasi, Manfaat

Bicara masalah beta karoten tidak akan lepas dari pembahasan mengenai vitamin A. Pasalnya beta carotene adalah bentuk awal dari vitamin A. Karena perannya sebagai bentuk awal vitamin A inilah yang menjadikannya berperan penting untuk kesehatan.

Beta carotene banyak dapat kita temukan pada sayuran dan buah-buahan berwarna orange, merah dan hijau. Seperti wortel, ubi, dan daun kelor.

Tidak sulit untuk menemukan bahan makanan yang mengandung Beta carotene. Namun banyak orang lebih memilih mengonsumsi tablet Beta carotene dengan alasan sesuai dosis harian yang disarankan.

Bahaya Kekurangan Beta Karoten

Meski mudah kita temui pada buah dan sayuran, nyatanya masih banyak yang kekurangan beta karoten. Biasanya ini terjadi pada mereka yang enggan mengonsumsi sayuran ataupun buah-buahan.

Jangan abaikan masalah kekurangan beta carotene karena bisa menimbulkan beberapa keluhan, seperti :

1. Berisiko Terkena Kanker

Beta carotene mengandung molekul antioksidan. Fungsinya adalah menangkal segala bentuk radikal bebas pada tubuh penyebab banyak penyakit. Salah satunya adalah penyakit kanker. Radikal bebas akan mengaktifkan sel kanker pada tubuh hingga mengganggu sel baik lainnya.

Kekurangan Beta carotene akan meningkatkan risiko terkena penyakit kanker. Atau penyakit lain akibat radikal bebas dari udara yang masuk dalam tubuh.

2. Terganggunya Fungsi Paru-paru

Salah satu fungsi beta carotene adalah menjaga kesehatan paru-paru. Inilah alasan mengapa mereka yang rajin mengonsumsi buah dan sayuran memiliki paru-paru yang lebih sehat jika kita bandingkan dengan yang tidak terlalu suka mengonsumsi buah dan sayur.

Kekurangan beta carotene bisa menyebabkan terganggunya fungsi paru dan pernafasan. Jika tidak ingin ini terjadi, pastikan selalu ada asupan yang mengandung beta carotene pada menu makanan sehari-hari.

Anda dapat mengonsumsi kapsul daun kelor setiap hari jika ingin praktis, atau dengan menyeduh wedang jahe kelor. Banyak cara untuk dapat memenuhi asupan beta carotene ke tubuh kia.

3. Meningkatkan Risiko Degenerasi Makula

Yang dinamakan dengan degenerasi makula adalah kurangnya kualitas penglihatan yang sering dialami oleh lansia yang disebabkan oleh faktor usia. Degenerasi makula memang tidak bisa kita hindari. Tapi kita bisa turunkan tingkat keparahannya dengan mendapatkan asupan beta carotene.

Lansia yang jarang mengonsumsi sayuran atau buah yang mengandung beta carotene, mengalami tingkat keparahan 25% lebih buruk dibandingkan dengan yang rajin mengonsumsinya. Maka dari itu lansia akan diresepkan suplemen beta carotene untuk menjaga kualitas penglihatannya.

4. Meningkatkan Risiko Penurunan Fungsi Otak

Sama seperti degenerasi makula, penurunan fungsi otak juga tidak bisa dihindari pada lansia. Lansia yang kekurangan beta karoten lebih cepat mengalami penurunan fungsi otak atau alzheimer.

Bahkan penyakit alzheimer ini bisa datang lebih dini pada mereka yang kekurangan beta carotene.

Jika tidak ingin ini terjadi pada orang tua yang sudah lansia, sebaiknya rajinlah memberi kapsul daun kelor organik yang kaya akan beta carotene.

Kandungan Beta Karoten pada Daun Kelor

Setelah mengetahui apa saja bahaya kekurangan beta carotene bagi tubuh, sudah saatnya Anda memperhatikan betul-betul asupan makanan yang mengandung beta carotene.

Selain dari suplemen yang dapat kita beli di apotik, beta carotene juga bisa didapatkan dari bahan makanan yang alami. Salah satunya adalah daun kelor.

Daun kelor atau yang dalam bahasa ilmiah disebut dengan moringa oleifera kaya akan kandungan beta carotene. Bahkan kandungan beta carotene yang dimilikinya lebih banyak dibandingkan dengan wortel ataupun umbi-umbian.

Daun kelor mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Mudah tumbuh di negara tropis seperti Indonesia. Bahkan ada beberapa pengobatan alternatif yang memanfaatkan bubuk daun kelor untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Termasuk penyakit pada organ penglihatan.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, beta carotene merupakan bentuk awal dari vitamin A. Ketika daun kelor sudah masuk ke dalam tubuh, maka tubuh kita mendapatkan vitamin A yang jauh lebih banyak dari Wortel. Ini berguna untuk meningkatkan fungsi jaringan luar dan kornea pada mata.

Pada daun kelor juga mengandung antioksidan yang mampu menghindari stress mata akibat paparan zat oksidasi dari lingkungan sekitar. Tak hanya itu saja. Dari beberapa penelitian didapatkan hasil bahwa daun kelor cukup ampuh untuk menurunkan risiko degeneratif makula yang terjadi pada lansia.

Kandungan Daun Kelor Lainnya

Beta karoten yang ada pada daun kelor terkenal cukup ampuh untuk menghindari berbagai masalah pada organ penglihatan. Namun tidak hanya beta carotene saja. Ada banyak nutrisi lain pada daun kelor yang dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan mata. Antara lain :

1. Flavonoid dan Fenolik

Katarak adalah salah satu masalah pada organ mata yang sering terjadi pada lansia. Selain faktor usia, katarak juga disebabkan oleh stres oksidatif yang didapatkan dari paparan oksidasi dari lingkungan.

Paparan oksidasi dari radikal bebas yang terjadi terus menerus ini bisa merusak sel organ penglihatan. Menyebabkan kemampuan fungsinya menurun.

Pada daun kelor terdapat kandungan flavonoid dan fenolik. Keduanya memiliki sifat antioksidan. Berfungsi untuk mengurangi risiko rusaknya sel akibat paparan radikal bebas yang ada di udara.

Tak hanya faktor radikal bebas saja. Katarak juga bisa terjadi karena komplikasi diabetes. Daun kelor memiliki fungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Membantu menghambat katarak yang disebabkan oleh diabetes.

2. Zeaxanthin dan Lutein

Sama seperti beta carotene, fenolik dan flavonoid. Zeaxanthin dan lutein juga diperlukan oleh mata. Fungsinya adalah untuk menjaga retina dari paparan sinar ultraviolet yang bisa merusaknya. Kedua senyawa ini sangat diperlukan bagi Anda yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia.

Paparan sinar matahari yang melimpah membuat mata mengalami risiko terkena sengatan sinar ultraviolet yang berbahaya. Beruntung kedua senyawa ini mudah ditemukan pada sayuran yang berwarna hijau tua. Terutama pada daun kelor.

Selain melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet, zeaxanthin dan lutein juga mengandung zat antioksidan. Yang berfungsi untuk melindungi retina dari paparan zat oksidasi yang bisa merusak sel pada mata.

Cara Mengonsumsi Daun Kelor

Tidak diragukan lagi. Daun kelor merupakan bahan makanan alami yang kaya akan kandungan beta karoten. Untuk itu, pastikan memasukkan daun kelor pada menu makanan sehari-hari. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapat manfaat beta carotene dari daun kelor ini. Seperti :

1. Mengonsumsi Suplemen Daun Kelor

Ada banyak suplemen daun kelor yang dijual di pasaran. Baik dalam bentuk tablet maupun kapsul. Anda bisa memilihnya sesuai dengan selera.

Tak hanya dalam bentuk kapsul atau tablet saja. Daun kelor juga hadir dalam bentuk serbuk atau teh daun kelor. Cara penyajiannya juga sangat mudah.

Cukup ambil satu atau dua sendok serbuk. Lalu seduh dengan air hangat. Sedankan daun kelor serbuk bisa Anda campur dengan madu atau gula aren.

2. Mengolahnya Menjadi Masakan

Bagi Anda yang lebih suka dengan yang alami, bisa memanfaatkan daun kelor sebagai bahan masakan sehari-hari. Menjadikan daun kelor sebagai sayuran atau bahan puding yang anak-anak sukai. Selain mudah, cara ini juga merupakan alternatif untuk mendapat manfaat terbaik beta karoten dari daun kelor.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan mata itu tidak sulit. Apalagi jika masih tinggal di negara tropis dengan limpahan kekayaan alam seperti Indonesia. Karena beta karoten bisa kita dapatkan dengan mudah dan gratis pada daun kelor yang banyak tumbuh di pekarangan rumah.

Hanay saja, sebaiknya konsumsi daun kelor tanpa harus melalui proses rebusan atau masakan yang mana dapat mengurangi nutrisi super dari daun kelor.

Produk-produk PT. Moringa Organik Indonesia selain telah mendapatkan sertifikasi terlengkap juga sudah melalui pengujian di laboratorium dengan hasil masih mengandung 18 jenis asam amino dan 20 asam folat. Keduanya sangat bermanfaat untuk tubuh kita.

Oleh karena itu, mari mulai mengonsumsi daun kelor setiap hari.

Pin It on Pinterest

Share This